Pertumbuhan Penjualan

Di tahun 2003, Limas mencatat pendapatan senilai Rp41,5 miliar, melonjak 443%. Pertumbuhan yang signifikan ini terjadi berkat upaya berkesinambungan untuk terus memperluas basis pasar melalui berbagai produk inovatif. Kemajuan yang dilakukan Bursa Efek Jakarta (BEJ) untuk melaksanakan perdagangan tanpa warkat (paperless) dan tanpa lantai transaksi bursa (floorless) telah membantu meningkatkan permintaan layanan ASP kami serta menimbulkan minat sejumlah perusahaan pialang lokal dan asing atas layanan tersebut. Hal itu telah meningkatkan pendapatan dari ASP kami sebesar 50% dibanding tahun sebelumnya. Selama periode tersebut kami juga mencatat pertumbuhan kuat jumlah pelanggan StockWatch® sehubungan dengan makin dikenalnya fleksibilitas dan keakuratan solusi perdagangan eceran dan bergerak kami.

 

Pembatasan Eksposur Valuta Asing & Kewajiban

Upaya awal manajemen menegosiasikan kembali berbagai persyaratan dengan vendor perihal eksposur valuta asing berhasil membantu mengurangi kewajiban dalam valuta asing dan kerugian akibat fluktuasi nilai tukar. Di 2003, biaya langsung berkurang 46,79% dan berdampak positif bagi penjualan bersih. Selain itu, kami mencatat kenaikan laba kotor sebesar 848,12% selama tahun fiskal tersebut.

 

Manajemen Operasional Harian

Beberapa tahun sejak berdirinya Limas, kami telah mengatur biaya operasional dengan baik, dengan amortisasi dan depresiasi aset menjadi kontributor utama bagi pengeluaran biaya operasional, diikuti oleh gaji para staf serta biaya sewa. Karena kami menganggap modal tenaga kerja merupakan satu-satunya aset yang sangat bernilai, kami secara penuh mendukung peraturan Menteri Tenaga Kerja perihal penyelesaian dalam pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan, persyaratan pembayaran gaji, bonus dan kompensasi. Limas telah mulai mengupayakan penerapan Employee Pension Benefits dan Warrant Compensation Fund, di samping Employee Stock Option Program (ESOP) yang telah dilaksanakan sejak tahun 2002.

Dengan tujuan mempertahankan kinerja dan hasil yang positif, manajemen Limas menunjukkan tanggung jawabnya untuk mengatur aliran dana tunai perusahaan dengan baik. Pada 2003, keputusan investasi yang tepat berhasil memberikan imbal hasil Rp500 juta dalam bentuk pendapatan bunga yang memberikan nilai tambah bagi posisi dana tunai kami. Secara keseluruhan, perusahaan telah meraih kinerja operasional yang positif hingga penutupan tahun fiskal 2003 dengan laba bersih Rp14,3 miliar dan pendapatan per saham sebesar Rp20.

 

Produk & Jasa

Di tahun 2002, Limas berkerjasama dengan sejumlah operator telepon seluler terbesar di Indonesia untuk menciptakan solusi inovatif bagi pengiriman data dan informasi yang mendukung berbagai landasan aplikasi seluler, seperti SMS, WAP dan GPRS.

Sehubungan dengan meningkatnya permintaan atas fleksibilitas dan kinerja StockWatch® Retail, maka lahirlah produk StockWatch® Mobile. Dengan berakar pada teknologi serupa yang mendukung produk StockWatch® Terminal, maka StockWatch® Mobile menawarkan fungsi setara dengan akses lebih mudah yang memungkinkan pengguna memperoleh data setiap saat di manapun mereka berada melalui telepon seluler. Faktor lainnya adalah perlindungan keamanan yang memastikan proteksi pengguna melalui pemadatan (compressing) dan enkripsi (encrypting) seluruh data yang ditransmisikan, sehingga pengiriman data dilakukan secara akurat dan tepat waktu dalam lingkungan dengan tingkat keamanan yang tinggi.

Ketika BEJ berupaya menuntaskan pelaksanaan Remote Trading, PT Limas Centric Indonesia Tbk terus mendukungnya menuju perdagangan saham tanpa lantai transaksi bursa (floorless) dengan berperan sebagai ASP yang ditunjuk lewat layanan StockTrade®.

 

Ke depan

Konsolidasi industri merupakan kunci bagi kemajuan Pasar Uang Indonesia. Ketika industri perbankan lokal terus melakukan penggabungan, maka akan terbentuk dasar kuat dengan jangkauan ritel yang luas serta basis konsumen yang kuat. Didukung tingkat sukubunga yang tinggi serta nilai tukar rupiah yang lebih stabil, siklus ekonomi telah memperoleh kembali momentumnya dan memberikan konstribusi untuk pertumbuhan di seluruh sektor perindustrian yang akan terus membaik.

Badan Pengawas Pasar Modal (Bappepam) berkomitmen memperketat kriteria pembentukan fundamental berbagai perusahaan pialang. Di 2003, Bapepam meningkatkan persyaratan modal bagi perusahaan pialang, yang mendorong penggabungan sejumlah perusahaan pialang kecil menjadi sebuah perusahaan pialang yang besar dan memangkas jumlah perusahaan pialang menjadi hanya 137 perusahaan. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kualitas layanan serta nilai produktifitas dan pertumbuhan sehingga perusahaan-perusahaan pialang lokal semakin menyadari peran penting teknologi dalam merangsang produktivitas, efisiensi dan likuiditas kinerja pasar modal Indonesia.

Ada kebutuhan mendesak akan sistem publikasi keuangan yang setidaknya menyediakan informasi dan analisis yang tepat, lengkap dan akurat. Namun demikian, para investor, regulator dan para eksekutif jasa keuangan perlu membuat keputusan berdasarkan informasi dari berbagai sumber laporan internal, sumber yang kerap dalam bentuk satu kesatuan dan sebagian besar tidak mencatat perbaikan nilai investasi selama beberapa tahun. Kami sangat yakin bahwa kemampuan pelaporan bisnis jasa keuangan berpengaruh langsung pada daya saing usaha. Untuk itu pengembangan kemampuan membuat laporan yang sehat dan fleksibel seharusnya lebih dari sekedar kepatuhan terhadap peraturan. Keyakinan inilah yang mendorong kami untuk mendukung pengembangan dan penerapan sistem E-reporting BEJ. Limas berkomitmen atas perannya sebagai penyedia infrastruktur teknologi bagi Pasar Modal Indonesia dan akan terus bekerjasama dengan BEJ dan badan regulator lain dalam meningkatkan transparansi bursa demi kepentingan publik.

Lebih dari itu semua, para investor perorangan dan publik membutuhkan akses bebas ke pasar terbuka dan inilah faktor yang menentukan kapan dan bagaimana transaksi dilaksanakan. Mobilitas – dengan kendali dan fleksibilitasnya – merupakan dasar bagi milenium baru dan di Limas kami telah membuat hal itu sebagai kewajiban untuk menyediakan peluang ini kepada publik Indonesia dengan menyatukan pengetahuan dan pengalaman kami serta mempererat kemitraan dengan sejumlah operator telekomunikasi, sehingga dapat meraih keuntungan dari kemudahan akses transaksi keuangan di pasar terbuka.

Ketika sektor perbankan domestik terus mengalami perbaikan dan terbentuknya reformasi dan konsolidasi, arus dana repatriasi diperkirakan akan meningkatkan investasi untuk sektor teknologi. Lebih lanjut, perubahan yang dihasilkan teknologi, seperti transparansi harga, persaingan intensif, peningkatan ekspektasi konsumen, tidak akan memberi nilai tambah bagi sektor perbankan eceran tradisional dalam waktu singkat. Mengetahui mengapa, bagaimana dan kapan perubahan monumental ini akan terjadi merupakan hal penting bagi keberhasilan perusahaan industri jasa keuangan yang berkembang.

Limas memiliki pemahaman jelas mengenai dinamika perubahan pasar dan berencana memperkenalkan Fund Rating Services guna mendukung peringkat bank teratas dalam menawarkan produk dana pihak ketiga serta produk serta layanan aset manajemen. Ketika trend ini terus berlangsung, kami mulai melihat sebuah pemusatan saat perbankan mulai menawarkan berbagai produk dan layanan perbankan non-tradisional mereka dan Limas akan mendukung untuk mempercepat proses ini. Kami selalu menghargai kepentingan para pelanggan. Mereka adalah mitra bisnis dan sumber inspirasi operasional kami. Karena kami tumbuh bersama mereka merupakan jantung bisnis kami.