![]() |
Iklim ekonomi di awal 2003
diwarnai oleh ketidakpastian dan sejumlah peristiwa tidak menguntungkan yang
berdampak pada bursa seluruh dunia. Pada awal tahun, pasukan koalisi yang
dimotori Amerika Serikat menyerang Irak dan memicu kecemasan para investor.
Kondisi tersebut melemahkan bursa dan operasional bisnis, dan kendati
situasi berangsur membaik di pertengahan tahun, sektor bisnis di seluruh
dunia menderita kemunduran lebih lanjut akibat wabah SARS yang berjangkit di
beberapa negara di Asia. Indonesia beruntung terhindari dari epidemi
tersebut berkat adanya kebijakan pencegahan. Peristiwa bom Marriott di Jakarta, kendati tragis, hanya berdampak sesaat bagi pasar modal Indonesia, reaksi cepat pemerintah menangani krisis ini menunjukkan tingginya komitmen bagi stabilitas ekonomi dan politik. Berlanjutnya reformasi di sektor perbankan membantu memperkuat rupiah ke titik tertinggi atas dolar AS sejak 1997, dan inflasi juga bertahan satu digit di sepanjang tahun di angka 5,06% atau 50% lebih rendah dibanding tahun sebelumnya. Di 2003, pasar modal Indonesia muncul sebagai pasar berkinerja terbaik kedua di dunia dan kapitalisasi pasar Bursa Efek Jakarta melonjak lebih dari 72% menjadi Rp462 triliun sejalan dengan peningkatan partisipasi lokal dan kembalinya investasi asing. Sepertinya faktor paling berarti bagi Limas di 2003 adalah keberhasilan perusahaan membukukan laba untuk pertama kalinya dalam sejarah operasional perusahaan. Perusahaan bahagia dengan perkembangan ini dan melihatnya sebagai titik awal bagi dimulainya titik kesuksesan dan pencapaian di masa depan. Melihat beberapa indikator pertumbuhan yang ada, maka yang terpenting adalah pertumbuhan partisipasi investor lokal, kestabilan nilai tukar rupiah, inflasi yang terkendali dan suku bunga rendah yang akan terus menopang pengeluaran konsumen dan memberikan akses terhadap modal kerja. Faktor lain yang layak disebut adalah peningkatan akses ke pasar regional berdasarkan kerangka kerja ASEAN Free Trade Agreement. Terakhir adalah harapan bagi stabilnya geopolitik, yang jika terbentuk akan mendukung perbaikan sentimen investor dan memungkinkan perusahaan memfokuskan upaya pada tujuan utama mereka - pertumbuhan - membantu peningkatan aktivitas ekonomi, perbaikan likuiditas dan kenaikan nilai pasar. Akhir kata, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para mitra dan pemegang saham untuk kepercayaan dan dukungan yang tak terhingga; dan juga kepada seluruh staf PT Limas Centric Indonesia Tbk untuk dedikasi dan komitmennya - Saya merasa terhormat dapat melewati tahun 2003 secara berharga bersama Anda semua.
Sallie L. Bachtiar
|